Eksposisi Kata “Sukacita” dan “Sorak Sorai” Menurut Mazmur 100:1-5 dan Implementasinya dalam Ibadah Orang Percaya Masa Kini

Authors

  • Paulus Kunto Baskoro Sekolah Tinggi Teologi Anugerah Allianse Semarang - Surakarta
  • Denis Andrian Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia - Yogyakarta
  • Agus Setiadi Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia - Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.52879/didasko.v5i2.212

Keywords:

Ibadah, Liturgi, Sukacita, Sorak-Sorai, Mazmur

Abstract

The concept of worship in every church has different understandings and views. This affects how a servant and congregation can carry out a service properly. Each finds a different understanding based on Bible digging and a group's agreement on worship. However, many also view worship as a routine or ritual that is carried out in a rigid and serious manner and ignores the philosophy and essence of worship. This study uses a qualitative method with an expositional approach to the text of Psalm 100:1-5, especially in the words jubilation and rejoicing to find the principles that will be used in Biblical worship procedures. The principles found will become a basic material that will be extracted into a pattern or arrangement that is applied to worship. The goal is that every church that does not have a Biblical concept or procedure for worship can adopt and adapt it according to the needs and doctrines of each church. The result is that worship can run well with the right expression, the right implementation, and the right motivation.

Abstrak

Konsep ibadah dalam setiap masing-masing gereja punya pengertian dan pandangan yang berbeda-beda. Hal tersebut mempengaruhi bagaimana seorang pelayan dan jemaat dapat menjalankan suatu ibadah dengan benar. Masing-masing menemukan pengertian yang berbeda-beda berdasarkan penggalian Alkitab dan kesepakatan suatu kelompok dalam memandang ibadah. Namun, banyak juga yang pada akhirnya memandang ibadah sebagai suatu rutinitas atau ritual yang dilakukan dengan cara yang kaku, dan serius serta mengabaikan filosofi dan esensi dari ibadah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksposisi terhadap teks Mazmur 100:1-5 terutama pada kata jubilation dan rejoicing untuk menemukan prinsip-prinsip yang akan dipakai dalam tata cara ibadah yang Alkitabiah. Prinsip-prinsip yang ditemukan akan menjadi suatu bahan dasar yang akan diekstrak menjadi sebuah pola atau susunan yang diaplikasikan terhadap ibadah. Tujuannya ialah agar setiap gereja yang tidak memiliki konsep atau tata cara ibadah yang Alkitabiah dapat mengadposi dan mengadaptasi sesuai dengan kebutuhan dan doktrin gereja masing-masing. Hasilnya ialah ibadah dapat berjalan dengan baik dengan ekspresi yang tepat, implementasi yang pas, serta motivasi yang benar.

References

Andrew E. Hill & John H. Walton. (2019). Survei Perjanjian Lama (3rd ed.). Gandung Mas.

Baskoro, P. K. (2020). Teologi Kitab Kisah Para Rasul dan Sumbangannya dalam Pemahaman Sejarah Keselamatan. Jurnal Teologi (JUTEOLOG), 1(1), 15–35. https://doi.org/10.52489/juteolog.v1i1.14

Budrick, D. W. (1984). James Dalam The Expositor’s Bible Commentary. Zondervan Publishing House.

Faot, J. (2022). Memahami TUHAN Sebagai Gembala: Suatu Analisis Teologis Dan Komposisi Syair Mazmur 23. Huperetes Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 4(1), 56–67.

Green Denis. (1984). Pembimbing pada Pengenalan Perjanjian Lama. Gandum Mas.

Henny, L. (2020). Konsep Ibadah Yang Benar Dalam Alkitab. Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, Dan Pendidikan, 4(1), 73–88.

Howard, D. M. (2019). Kitab-kitab Sejarah dalam Perjanjian Lama. Gandum Mas.

III, T. L. (1992). Bagaimana Menganalisa Kitab Mazmur. SAAT.

Kuwissy, D. (2021). Analisa Ibadah Menurut Mazmur 100: 1-5. TELEIOS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 1(1), 79–94.

Lumantow, A. I. S., & Simuruk, A. (2022). Analisis Biblika Tentang Tata Cara Beribadah Menurut Mazmur 100: 1-5 Dan Penerapannya Di Masa Kini. Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen), 4(1), 32–44.

Maleachi, M. A. (2012). Karakteristik dan Berbagai Genre dalam Kitab Mazmur. Veritas: Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 13(1), 121–124.

Mulia, H. G. (2010). Formasi Spiritual Martin Luther dan Perwujudannya dalam Gereja-Gereja Injili di Indonesia. Veritas : Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 11(2), 187–205. https://doi.org/10.36421/veritas.v11i2.232

Nainggolan, A. M., & Purba, A. (2021). Ibadah online pada masa pandemi Covid-19 (Sebuah tinjauan dari perspektif Kristen). Jurnal Teologi Cultivation, 5(2), 120–140.

Obadja, J. C. (2014). Survei Ringkas Perjanjian Lama. Momentum.

Osborne, G. R. (2006). Spiral Hermenutika: Pengantar Komprehensif Bagi Penafsiran Alkitab. Gandum Mas.

Pasang, A. (2020). Unsur-unsur Ibadah yang Alkitabiah dan Relevansinya bagi Ibadah Kristen Masa Kini. THRONOS: Jurnal Teologi Kristen, 1(1), 25–32. https://doi.org/10.55884/thron.v1i1.10

Paulus Kunto Baskoro, E. Y. D. (2021). Prinsip-Prinsip Hidup yang Berkenan di Hadapan Tuhan dalam Pujian Penyembahan Menurut 2 Tawarikh 5-7 dan Aplikasinya bagi Orang Percaya Masa Kini. KADESI; Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 3 No 2, 104–125.

Prabowo, W. (2020). Aplikasi Prinsip Mazmur 2:11-12 dalam Peribadahan Kristen. Jurnal Teologi Berita Hidup, 2(2), 128–141. https://doi.org/10.38189/jtbh.v2i2.34

Rame, G. R. (2015). Menyembah Tuhan: Suatu Studi Exegetis Mazmur 100. Missio Ecclesiae, 4(2), 99–114.

Simanjuntak, I. F., Harefa, O., & Herman, H. (2021). Studi Eksegesis Prinsip Penggembalaan Allah Bagi Umat-Nya Berdasarkan Mazmur 100: 3.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Alfabeta.

Sutanto, H. (2007a). Hermeneutik: Prinsip dan Metode Penafsiran Alkitab. Literatur SAAT.

Sutanto, H. (2007b). Homiletik: Prinsip dan Metode Berkhotbah. Literatur SAAT.

Zebua, K. (2019). Tinjauan Teologis Terhadap Pengajaran Mempelai Dalam Terang Tabernakel.

Downloads

Published

2025-10-31