Supremasi Kristus Sebagai Arah Liturgi Karismatik: Perspektif Paulus Dalam Filipi 2:9-11

Authors

  • Albert Ian Gunawan Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala, Salatiga
  • Yusup Rogo Yuono Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala, Salatiga

DOI:

https://doi.org/10.52879/didasko.v5i2.201

Keywords:

Kristologi, Liturgi, Karismatik, Paulus

Abstract

The background of this study arises from the phenomenon of worship in charismatic churches, which is known to be expressive, interactive, and dynamic, yet often places greater emphasis on the emotional experiences of the congregation rather than on a theological understanding centered on Christ. The main issue examined in this research is how the direction of charismatic liturgy can be redirected to the true essence of worship, namely being centered on the person and the saving work of Christ as affirmed in Philippians 2:9–11. The theory used in this study is Christology, particularly the understanding of the supremacy of Christ, which emphasizes that Christ is exalted and holds supreme authority as the center of the church’s worship. The research method employed is a qualitative approach using biblical exegesis and theological analysis, combined with a literature review on charismatic liturgy. The results of the study show that the supremacy of Christ must become the theological foundation of charismatic liturgy so that music, prayer, and preaching are directed not merely to build emotional experiences but to cultivate the congregation’s awareness that worship is an act of faith that glorifies Christ as Lord who reigns over all creation.

Abstrak

Latar belakang dari penelitian ini berangkat dari fenomena ibadah dalam gereja karismatik yang dikenal ekspresif, interaktif, dan dinamis, namun sering kali lebih menekankan pada pengalaman emosional jemaat daripada penghayatan teologis yang berpusat pada Kristus. Permasalahan utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana arah liturgi karismatik dapat diarahkan kembali pada esensi ibadah yang sejati, yakni berpusat pada pribadi dan karya keselamatan Kristus sebagaimana ditegaskan dalam Filipi 2:9–11. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kristologi, khususnya pemahaman tentang supremasi Kristus, yang menegaskan bahwa Kristus dimuliakan dan memiliki otoritas tertinggi sebagai pusat penyembahan gereja. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memahami bagaimana seharusnya ibadah yang eksprsif, dinamis dan interaktif dilaksanakan dengan pemahaman teologis yang benar. Metode penelitian yang dipakai adalah pendekatan kualitatif dengan eksegesis teks Alkitab dan analisis teologis yang dipadukan dengan studi pustaka mengenai liturgi karismatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supremasi Kristus harus menjadi dasar teologis dalam liturgi karismatik, sehingga musik, doa, dan khotbah diarahkan bukan untuk membangun pengalaman emosional semata, melainkan untuk membentuk kesadaran jemaat bahwa ibadah adalah respons iman yang memuliakan Kristus sebagai Tuhan yang berkuasa atas seluruh ciptaan.

References

Arifianto, Y. A., Triposa, R., & Supriyadi, D. (2021). Menerapkan Matius 5:13 Tentang Garam Dunia di Tengah Era Disrupsi. SHAMAYIM: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani. https://doi.org/10.51615/sha.v1i1.7

Berkhof, L. (2013). Teologi Sistematika 3 : Doktrin Kristus. Momentum.

Budianto, L., & Lucky, S. (2025). The Beauty of Christian Worship. Literatur Perkantas Jawa Timur.

Cahyaningsi, T., Ujabi, H. R., & Sarmauli, S. (2024). Doktrin Kristus (Kristologi). Realisasi: Ilmu Pendidikan, Seni Rupa Dan Desain, 1(4), 197–204.

Henry, M. (2015). Tafsiran Matthew Hendry Surat Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1 & 2 Tesalonika, 1 & 2 Timotius, Titus, Filemon. Momentum.

Niftrik, G. C. Van, & Boland, B. . (2015). Dogmatika Masa Kini (21st ed.). BPK Gunung Mulia.

Pasang, A. (2020). Unsur-unsur Ibadah yang Alkitabiah dan Relevansinya bagi Ibadah Kristen Masa Kini. THRONOS: Jurnal Teologi Kristen, 1(1), 25–32. https://doi.org/10.55884/thron.v1i1.10

Purwonugroho, D. P., & Susanti, R. N. (2024). Tinjauan Teologis--Psikologis Gaya Praise & Worship Gereja Denominasi Kharismatik bagi Kehidupan Rohani Jemaat. Jurnal Ap-Kain, 2(1), 1–12.

Rachman, R. (2023). Pembimbing Ke Dalam Sejarah Liturgi. BPK Gunung Mulia.

Rajagukguk, J. S. P., & Sugiono, L. (2020). Tinjauan Liturgis Unsur-Unsur Ibadah Pentakosta Terhadap Kedewasaan Rohani. Matheo : Jurnal Teologi/Kependetaan, 10(1), 37–51. https://doi.org/10.47562/matheo.v10i1.101

Rouw, J. F., & Sugiono, S. (2019). Syair Kristologi Tentang Ke-Allah-An Yesus Dalam Filipi 2: 6-11. Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen), 1(2), 140–154.

Sariyanto, S., Baela, P., Tazuno, B., & Sriyono, D. (2025). Dinamika Gerakan Kharismatik dalam Gereja Mainstream Kontemporer: Analisis Teologis dan Implikasi Praktis. Journal Of Spirituality And Practical Theology, 1(2), 66–81.

Setiawan, J. (2025). Perjalanan Menuju Esensi Penyembahan. Literatur Perkantas Jawa Timur.

Sihite, F., Anjaya, C. E., & Arifianto, Y. A. (2022). Mamon dalam Kultur Penyembahan Orang Kristen Masa Kini. Jurnal Teruna Bhakti, 4(2), 257–266. https://doi.org/ttps://doi.org/10.47131/jtb.v4i2.119

Simanjuntak, F. (2023). Profleksi Liturgi Misional Pentakostal: Revitalisasi Liturgi Pentakostal dalam Ibadah Minggu. DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 7(2), 714–732.

Sulviani, D. (2024). TEOLOGI KARISMATIK : Peran Roh Kudus dalam Transformasi Hidup Kristen Menurut Roma 8 : 9. HUMANITIS: Jurnal Humaniora, Sosial Dan Bisnis, 2(10), 1402–1413.

Sutoyo, D. (2018). Analisis Historis terhadap Teologi Gerakan Pentakostalisme. DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani. https://doi.org/10.30648/dun.v2i2.171

Tampake, T. (2022). Youtubisasi Gereja Di Tengah Pandemi Covid-19. VOCATIO DEI: Jurnal Teologi.

Yulianto, H. (2023). Christ-Centered Preaching. YADA: Jurnal Teologi Biblika Dan Reformasi, 1(2), 19–29.

Downloads

Published

2025-10-21