Teologi Kristen dan Tantangan Etis dari Budaya Viral Challenge di Ruang Virtual

Authors

  • Yohana Fajar Rahayu Sekolah Tinggi Teologi Nusantara, Salatiga
  • Elisa Nimbo Sumual Sekolah Tinggi Alkitab Batu

DOI:

https://doi.org/10.52879/didasko.v5i2.198

Keywords:

Christian Theology, Ethical Challenges, Viral Challenge Culture, Virtual Space, Ethics

Abstract

The development of digital culture has given rise to the phenomenon of viral challenges, which have not only become an entertainment trend but also shaped the mindset and behaviour of contemporary society. This dynamic has had a significant impact on moral values, particularly when the challenges that circulate normalise risky behaviour and erode norms of propriety. The massive viral challenge phenomenon in virtual space reveals an ambivalence between positive creativity and the potential for moral degradation due to the removal of cultural and religious norms. The purpose of this study is to examine the ethical challenges of viral challenge culture from a Christian theological perspective and to formulate its implications for the life of faith. Using a qualitative method based on literature study with theological-ethical analysis of contemporary digital phenomena, it can be concluded that the viral challenge culture in a social and digital perspective shows how digital trends shape new patterns of interaction and values in modern society. However, the ethical challenges of viral challenges for Christian life reveal issues of misguided self-existence, social pressure, and the banality of sin that demand faithfulness. Therefore, the Christian theological response to viral challenge culture and its implications for Christian leadership and education in virtual spaces is important in order to provide an ethical framework, spiritual examples, and educational strategies that can correct and transform digital culture into a means of Christian service and witness.

Abstrak

Perkembangan budaya digital telah melahirkan fenomena viral challenge yang tidak hanya menjadi tren hiburan, tetapi juga membentuk pola pikir dan perilaku masyarakat kontemporer. Dinamika ini membawa dampak signifikan terhadap nilai moral, khususnya ketika tantangan yang beredar menormalisasi perilaku berisiko dan mengikis norma-norma kepatutan.   Fenomena viral challenge yang masif di ruang virtual memperlihatkan ambivalensi antara kreativitas positif dan potensi degradasi moral akibat menyingkirkan norma budaya dan agama. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah tantangan etis dari budaya viral challenge melalui perspektif teologi Kristen serta merumuskan implikasinya bagi kehidupan iman. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan analisis teologis-etis terhadap fenomena digital kontemporer, maka dapat disimpulkan bahwa budaya viral challenge dalam perspektif sosial dan digital menunjukkan bagaimana tren digital membentuk pola interaksi dan nilai baru dalam masyarakat modern. Namun, tantangan etis viral challenge bagi kehidupan Kristen menyingkap persoalan eksistensi diri yang salah arah, tekanan sosial, serta banalitas dosa yang menuntut kewaspadaan iman. Karena itu, respon teologi kristen terhadap budaya viral challenge dan implikasi kepemimpinan dan pendidikan Kristen di ruang virtual menjadi penting untuk menghadirkan kerangka etis, teladan rohani, serta strategi edukatif yang mampu mengoreksi sekaligus mentransformasi budaya digital menjadi sarana pelayanan dan kesaksian Kristen.

References

Antonilli, A. (2024). Le challenge on-line e i nativi digitali: quando la rete diventa un pericolo. Sicurezza E Scienze Sociali, 11(3), 13–27. https://doi.org/10.3280/siss2023-003002

Arifianto, Y. A., Suharijono, J. D., & Sujaka, A. (2024). Eksplorasi Rohani sebagai Pertumbuhan Spiritualitas dalam Ruang Virtual: Misi Kekristenan di Era Digital. Teleios, 4(1), 64–72. https://doi.org/10.53674/teleios.v4i1.98

Belo, Y. (2021). Tinjauan Etika Kristen Terhadap Penggunaan Media Sosial. Jurnal Luxnos, 7(2), 288–302. https://doi.org/10.47304/jl.v7i2.165

Deswita Sirait, Devi Hartati Pangaribuan, & Diana Situmeang. (2024). Tinjauan Penggunaan Media Sosial dalam Etika Kristen. Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen Dan Katolik, 2(3), 50–56. https://doi.org/10.61132/tritunggal.v2i3.369

Dollard, J., & Miller, N. E. (2013). Social learning and imitation. Routledge.

Ellis-Barton, C. (2016). Ethical Considerations in Research Participation Virality. Journal of Empirical Research on Human Research Ethics, 11(3), 281–285. https://doi.org/10.1177/1556264616661632

Evans, N. G. (2020). Human Infection Challenge Studies: a Test for the Social Value Criterion of Research Ethics. MSphere, 5(4). https://doi.org/10.1128/msphere.00669-20

Feijoo, B., Sádaba, C., & Segarra-Saavedra, J. (2024). Viral challenges as a digital entertainment phenomenon among children. Perceptions, motivations and critical skills of minors. Communications, 49(4), 578–599. https://doi.org/10.1515/commun-2022-0044

Gea, L. D., & Kana, K. (2023). Manfaat dan Tantangan Moral Penggunaan Internet dalam Budaya Digital di Dunia Pendidikan, serta Tanggapan Etis Kristen. Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual. https://doi.org/10.52157/mak.v2i1.234

Guram Jolia, G. J., & Nino Jolia, N. J. (2022). The Phenomenon of Digital Culture in the Modern Technological World. Economics, 105(03), 81–103. https://doi.org/10.36962/ecs105/3/2022-81

Hasanah Umi, Murny, Alwi, & Kurnia Hani. (2025). Ngonten Untuk Viral : Tinjauan Etika Dan DampakSosial Di Media Sosial Indonesia. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 4(3), 4814–4819.

Hayyan, I. N. (2024). Fenomena Konten Challenge Viral di Youtube Pada Kalangan Mahasiswa KPI 5C: Studi Kasus Konten Challenge Pada Kanal Youtube @Mrbeast. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(5), 168–179. https://doi.org/10.5281/zenodo.14565261

Hirschy, M. J. (Jody). (2011). Virtual Team Leadership: A Case Study in Christian Higher Education. Christian Higher Education, 10(2), 97–111. https://doi.org/10.1080/15363751003676613

Leobisa, J., Baun, S., Lopis, Y. S., & Saingo, Y. A. (2023). Tantangan Penggunaan Media Sosial Di Era Disrupsi Dan Peran Pendidikan Etika Kristen. Aletheia Christian Educators Journal, 4(1), 38–48. https://doi.org/10.9744/aletheia.4.1.38-48

Mališa, S. (2022). a Contemporary View of Christian Holiness. Bogoslovska Smotra, 92(5), 1015–1032. https://doi.org/10.53745/bs.92.5.5

Maryoto, A. (2020). ”Challenge” di Media Sosial Tak Boleh Sekadar Viral". Kompas.Id. https://www.kompas.id/artikel/challenge-di-media-sosial-tak-boleh-sekadar-viral

Ortega-Barón, J., Machimbarrena, J. M., Montiel, I., & González-Cabrera, J. (2022). Viral internet challenges scale in preadolescents: An exploratory study. Current Psychology, 42(15), 1–11. https://doi.org/10.1007/s12144-021-02692-6

Putri, D. L., & Kurniawan, R. F. (2022). Apa Itu “Blackout Challenge”? Tantangan Berbahaya yang Viral di TikTok. Kompas.Com. https://www.kompas.com/tren/read/2022/07/12/113500665/apa-itu-blackout-challenge-tantangan-berbahaya-yang-viral-di-tiktok?page=all

Romaboida Situmorang, W., & Rahma, H. (2023). Media Sosial Instagram Sebagai Bentuk Validasi Dan Representasi Diri. Jurnal Sosiologi Nusantara.

Saloom, G., & Ismail, A. (2022). Validasi Pengukuran Identitas Sosial Versi Indonesia Dengan Analisis Faktor Konfirmatori (CFA). Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v10i4.9439

Shroff, N., Shreyass, G., & Gupta, D. (2021). Viral Internet Challenges: A Study on the Motivations Behind Social Media User Participation. In Smart Innovation, Systems and Technologies (Vol. 196, pp. 303–311). Springer, Singapore. https://doi.org/10.1007/978-981-15-7062-9_30

Simamora, K. S. D. (2022). Efektifitas Pengajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) Di Era Revolusi Industri 4.0. JUrnal Teologi Pondok Daud, Vo.6 No. 2(Vol. 6 No. 2 (2022): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen dalam sudut kolaboratif), 42.

Simanjuntak, F. (2022). Larut tapi Tidak Hanyut: Sebuah Refleksi Spiritualitas Gereja dalam Pusaran Teknologi di Masa Pandemi Covid-19. Diegesis, 4(2), 52–62. https://doi.org/10.53547/diegesis.v4i2.93

Spence, E. H., Spence, E. H., & Spence, E. H. (2012). Virtual Rape, Real Dignity: Meta-Ethics for Virtual Worlds. In Philosophy of Engineering and Technology (Vol. 7, pp. 125–142). Springer, Dordrecht. https://doi.org/10.1007/978-94-007-4249-9_9

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. ALFABETA, CV.

Utama, A. K. P., Katarso, D., & Saptorini, S. (2022). Media Digital Dalam Pemuridan Generasi Muda Kristen Di Era Industri 4.0. MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi Dan Kepemimpinan Kristen, 3(2), 55–69.

Zahwa, A. (2025). “Budaya Viral vs Nilai Moral: Dilema Etika Generasi Z.” Kompasiana.Com. https://www.kompasiana.com/ameliasilvazahwa7587/687c71fdc925c409ea1120e2/budaya-viral-vs-nilai-moral-dilema-etika-generasi-z

Zallio, M., & John Clarkson, P. (2023). Metavethics: Ethical, integrity and social implications of the metaverse. Proceedings of the 6th International Conference on Intelligent Human Systems Integration (IHSI 2023) Integrating People and Intelligent Systems, February 22–24, 2023, Venice, Italy, 69. https://doi.org/10.54941/ahfe1002891

Downloads

Published

2025-10-21