Penginjilan Kontekstual: Membangun Jembatan antara Injil dan Budaya Lokal dalam Pelayanan Gereja di Papua

Authors

  • Konstantina Kreuta Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani

DOI:

https://doi.org/10.52879/didasko.v5i2.127

Keywords:

Strategi Penginjilan, Kontekstual, Implikasinya, Pelayanan Gereja

Abstract

Contextualised evangelism in Papua aims to build bridges between the gospel and local culture, integrating spiritual values with environmental concerns. This research uses a qualitative approach to explore the challenges and opportunities in adaptive evangelism, as well as its impact on church ministry. The results show that the church can respond to modern challenges by prioritising environmental conservation as part of the evangelistic mission. By incorporating local cultural values and eco-friendly practices, the church is not only a place of worship, but also an agent of social change. The findings confirm that nature conservation is seen as a spiritual responsibility, encouraging congregations to play an active role in environmental programmes. The use of local symbols and traditions in delivering the gospel message creates deep resonance and enhances the relevance of the Christian faith in Papuan society. The conclusions of this study affirm that contextual evangelism in Papua is an innovative model that strengthens the relationship between faith, culture, and social responsibility, so churches can create positive and sustainable impact in local communities.

Abstrak

Penginjilan kontekstual di Papua bertujuan membangun jembatan antara Injil dan budaya lokal, mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan kepedulian lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi tantangan dan peluang dalam penginjilan yang adaptif, serta dampaknya terhadap pelayanan gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gereja mampu merespons tantangan modern dengan mengedepankan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari misi penginjilan. Dengan menggabungkan nilai budaya lokal dan praktik eco-friendly, gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga agen perubahan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa pelestarian alam dipandang sebagai tanggung jawab spiritual, mendorong jemaat untuk berperan aktif dalam program lingkungan. Penggunaan simbol dan tradisi lokal dalam penyampaian pesan Injil menciptakan resonansi yang mendalam dan meningkatkan relevansi iman Kristen di masyarakat Papua. Konklusi dari penelitian ini menegaskan bahwa penginjilan kontekstual di Papua merupakan model inovatif yang memperkuat hubungan antara iman, budaya, dan tanggung jawab sosial, sehingga gereja dapat menciptakan dampak positif dan berkelanjutan dalam komunitas lokal.

Author Biography

  • Konstantina Kreuta, Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani
    Jurusan Teologi, Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani

References

Amiman, R. V. (2018). Penatalayanan Gereja Di Bidang Misi Sebagai Kontribusi Bagi Pelaksanaan Misi Gereja. Missio Ecclesiae, 7(2). https://doi.org/10.52157/me.v7i2.85

Arikunto Suharsimi. (2013). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. In Jakarta: Rineka Cipta.

De Vries, B. A. (2016). Towards a global theology: Theological method and contextualisation. Verbum et Ecclesia, 37(1). https://doi.org/10.4102/ve.v37i1.1536

Fernández de Casadevante, M. (2023). Overcoming cultural barriers resulting from religious diversity. Church, Communication and Culture, 8(1). https://doi.org/10.1080/23753234.2023.2170898

Harmannij, D. (2022). Environmental Action Within Local Faith Communities. In Religious Environmental Activism. https://doi.org/10.4324/9781003017967-19

Hinadaka, J. J. (2023). Penginjilan Lintas Budaya. ICHTUS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 4(1), 43–55.

Igboin, B. O. (2023). Contextuality, interculturality and decolonisation as schemes of power relations. HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 79(4). https://doi.org/10.4102/hts.v79i4.7645

Japas, S. (1978). A strategy for Seventh-day Adventist public evangelism within a Roman Catholic society context in Hispanic America.

Jøssang, A. (2022). Meningsfull tro i sosiokulturell kontekst. En undersøkelse av forholdet mellom gudsåpenbaring og kultur. Theofilos: A Nordic Open Access Journal in Theology, Philosophy and Culture, 14(1–2), 33–48.

Kriswanto, E. M. (2023). Penginjilan Kontekstual: Tradisi Penghormatan Orang Tua Dan Leluhur Pada Etnis Tionghoa Sebagai Celah Masuk Injil Kristus. Jurnal Ap-Kain, 1(1), 37–47.

Manafe, D. S., Morib, T., & Pelamonia, R. (2022). Kontekstualisasi Misi Terhadap Budaya Bakar Batu Suku Lani dan Implementasinya bagi Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Jemaat Jigunikime Puncak Jaya Papua. Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual, 1(1). https://doi.org/10.52157/mak.v1i1.170

Manurung, K. (2020). Efektivitas Misi Penginjilan dalam Meningkatkan Pertumbuhan Gereja. DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 4(2). https://doi.org/10.30648/dun.v4i2.242

Margareta, M., & Lie, R. (2023). Pelayanan Misi Kontekstual di Era Masyarakat Digital. Jurnal Ilmu Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 4(1). https://doi.org/10.25278/jitpk.v4i1.842

Martin, C. G. (2022). Toward a Faithful Contextualization. Revista Estrategias Para El Cumplimiento de La Misión, 20(1). https://doi.org/10.17162/recm.v20i1.1680

Mawikere, M. C. S. (2018). Pendekatan Penginjilan Kontekstual Kepada Masyarakat Baliem Papua. Jurnal Jaffray, 16(1). https://doi.org/10.25278/jj71.v16i1.282

Mawikere, M. C. S. (2022). Menelaah Dinamika Kontekstualisasi Sebagai Upaya Pendekatan Penginjilan yang Memberdayakan Budaya Penerima Injil. DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 6(2). https://doi.org/10.30648/dun.v6i2.554

Mawikere, M. C. S., & Hura, S. (2023). Studi Mengenai Karakteristik Budaya dan Multi Wajah Model Teologi Kontekstualisasi Injil. Jurnal Teologi Berita Hidup, 5(2). https://doi.org/10.38189/jtbh.v5i2.342

Migliaro, L. R. (2023). Local community development. In Encyclopedia of the Social and Solidarity Economy: A Collective Work of the United Nations Inter-Agency Task Force on SSE (UNTFSSE). https://doi.org/10.4337/9781803920924.00048

Ming, D., & Daliman, M. (2022). Mission Theology in the context of a Multiple Society. Pharos Journal of Theology, 103(2). https://doi.org/10.46222/pharosjot.103.2015

NJ, H. B. (2021). Contextualizing Theology: A Look at the Sociopolitical Crisis in Nicaragua and the Evangelical Response.

Purwoto, P., & Sumiwi, A. R. E. (2020). Pola Manajemen Penginjilan Paulus Menurut Kitab Kisah Para Rasul 9-28. Angelion: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 1(2), 113–131.

Sabbat, R. P., Hutagalung, S., & Ferinia, R. (2022). Kontekstualisasi Marari Sabtu Sebagai Jembatan Misi Injil Terhadap Parmalim. Media (Jurnal Filsafat Dan Teologi), 3(1). https://doi.org/10.53396/media.v3i1.60

Senjaya, S. (2023). Kontekstualisasi Injil Terhadap Suku Migani Papua. Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi, 4(1). https://doi.org/10.54553/kharisma.v4i2.220

Setiawan, D. E. (2020). Menjembatani Injil dan Budaya dalam Misi Melalui Metode Kontektualisasi. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika, 3(2). https://doi.org/10.34081/fidei.v3i2.132

Setiawan, I., & Banea, R. P. (2023). Kontekstualisasi menurut Kisah Para Rasul 17:16-34. Te Deum (Jurnal Teologi Dan Pengembangan Pelayanan), 12(2). https://doi.org/10.51828/td.v12i2.227

Silitonga, R., & Simatupang, P. (2023). Doing Church Missions in Indigenous Community Poverty-Stricken Remote Rural Areas: Lessons from Indonesia. Pharos Journal of Theology, 104(3). https://doi.org/10.46222/pharosjot.104.322

Situmorang, R. H. (2023). Teologi Komunikasi : Teologi Komunikasi Lintas Budaya Mata Kuliah Coll. Theologicum. Action Research Literate, 7(11). https://doi.org/10.46799/arl.v7i11.212

Sudarmo, S. (2019). Pentingnya Kontekstualisasi dalam Melaksanakan Misi Penginjilan. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 3(2), 190–203.

Sugiono, P. (2020). Pendekatan Penginjilan Kontekstual Paulus Berdasarkan Kisah Para Rasul 17:16-34. Jurnal Ilmu Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 1(2). https://doi.org/10.25278/jitpk.v1i2.492

Susanto, Y. N. (2022). Efektivitas Penyampaian Kabar Baik Melalui Media Sosial Youtube Berdasarkan Sudut Pandang Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal Jember. Alucio Dei, 5(2). https://doi.org/10.55962/aluciodei.v5i2.28

Tana, A. J., & Pardosi, M. T. (2024). Efektivitas Penginjilan Digital sebagai Media dan Tantangan dalam Pemuridan Generasi Muda. JUITAK: Jurnal Ilmiah Teologi Dan Pendidikan Kristen, 2(1), 14–26.

Tanudjaja, R. (2000). Kontekstualisasi sebagai Sebuah Strategi dalam Menjalankan Misi : Sebuah Ulasan Literatur. Veritas: Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 1(1). https://doi.org/10.36421/veritas.v1i1.32

Tony Tedjo, Tjutjun Setiawan, Ferry Simanjuntak, Tomi Yulianto, K. P. S. (2022). Contextualization of the Gospel in the Context of the Life of the Dani Tribe in Papua. International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science, 3(1). https://doi.org/10.38142/ijesss.v3i1.170

Tushima, C. T. A. (2020). The ramifications of missionary proselytisation on Tiv culture: Lessons for contemporary critical biblical contextualisation. Verbum et Ecclesia, 41(1). https://doi.org/10.4102/ve.v41i1.2061

Downloads

Published

2025-10-21