Membangun Struktur Khotbah yang Transformatif Menurut 2 Timotius 3:16-17 Bagi Generasi Muda Di Era 5.0
DOI:
https://doi.org/10.52879/jak.v3i2.214Keywords:
Khotbah, Generasi Muda, Era 5.0, Transformatif, 2 Timotius 3, 16Abstract
Sermons are the primary means of conveying God's word in church life. However, sermons today often focus solely on theological information. Sermons should be transformative, bringing about real change in the mindset, attitudes, and behavior of listeners. This is so that today's younger generation can become doers of the Word, not just hearers. This study aims to examine how to build a transformative sermon structure based on the principle of 2 Timothy 3:16, which emphasizes four key functions of God’s Word: teaching, rebuking, correcting, and training in righteousness. Using a kualitatf deskritif method, this research highlights that transformative preaching is urgently needed by young people who live amidst digitalization, moral relativism, and identity crises. Preaching that is rooted in the Word of God, delivered in a communicative language, and contextualized to the digital life of the younger generation will serve as an effective means of shaping faith and Christlike character. This study is expected to contribute theoretically to the field of homiletics and practically to churches and preachers in designing sermons that are relevant, applicable, and transformative for the young generation in the Society 5.0 era.
Abstrak
Khotbah merupakan sarana utama penyampaian firman Tuhan dalam kehidupan gereja. Namun saat ini yang terjadi kotbah hanya berhenti dalam informasi teologis semata. Padahal kotbah harus bersifat transformatif, yaitu membawa perubahan nyata dalam pola pikir, sikap hati, dan perilaku pendengar. Supaya generasi muda sekarang dapat menjadi pelaku Firman dan bukan hanya pendengar Firman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana membangun struktur khotbah transformatif berdasarkan prinsip 2 Timotius 3:16, yang menekankan empat fungsi utama firman Allah: mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan, dan mendidik dalam kebenaran. Dengan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menegaskan bahwa khotbah transformatif sangat dibutuhkan generasi muda yang hidup di tengah arus digitalisasi, relativisme moral, dan krisis identitas. Khotbah yang berakar pada firman Allah, disampaikan dengan bahasa komunikatif, serta relevan dengan konteks kehidupan digital generasi muda, akan menjadi sarana efektif bagi pembentukan iman dan karakter Kristus. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi teoritis dalam bidang homiletika serta manfaat praktis bagi gereja dan pengkhotbah untuk merancang khotbah yang relevan, aplikatif, dan transformatif bagi generasi muda di era 5.0.
References
Anderson, M., Jiang, J., & others. (2018). Teens, social media & technology 2018. Pew Research Center, 31(2018), 1673–1689.
Angkouw, S. R., & Simon, S. (2020). Peranan Orang Tua Dalam Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pertumbuhan Rohani Anak. SHAMAYIM: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 1(1), 29–44.
Aziz, G. (2019). Youth identity discovery: A theological journey. Pharos Journal of Theology, 100, 1–9.
Bocala, T. (2021). Social media as a tool for evangelism among youth and young adults.
Boiliu, E. R., Simanjuntak, J., Mary, E., Bathun, V. H., & Jura, D. (2024). Penguatan Pemahaman Teologi dalam Pendidikan Agama Kristen Melalui Inovasi Kultural untuk Pembentukan Karakter Generasi Digital. Jurnal Shanan, 8(2), 105–126.
Brown, D. M. (2003). Transformational preaching: Theory and practice. Virtualbookworm Publishing.
Bruce, F. F. (1958). Commentary on the Book of the Acts. Eerdmans Publishing Co.
Campbell, H. A., & Tsuria, R. (2021). Digital religion: Understanding religious practice in digital media. Routledge.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage publications.
Darmawan, I. P. A. (2019). Pembelajaran Memorisasi Dalam Ulangan 6:6-9. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 3(1), 21. https://doi.org/10.33991/epigraphe.v3i1.50
Diana, R. (2019). Prinsip Teologi Kristen Pendidikan Orang Tua Terhadap Anak di Era Revolusi Industri 4.0. BIA - Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen Kontektual, 2(No. 1, Juni 2019), 27–39.
Dwiraharjo, S., & Embong Bulan, S. (2020). EKSEGESIS KOTBAH: Petunjuk Praktis Bagi Pelaksanaan Firman Tuhan. Didache: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 2(1), 19–36. https://doi.org/10.55076/didache.v2i1.36
Edwards, O. C. (2004). A history of preaching. Abingdon Press.
Endang, A. H., Pramita, A. J., Syahruddin, A. D., Syafaat, M., & Ismaya, I. (2022). Pengenalan Digital Dalam Membentuk Milenial Kreatif Untuk Menghadapi Era Society 5.0 Di Kabupaten Enrekang: Digital Introduction To Shape Creative Millenials To Face The Society 5.0 Era In Enrekang District. Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement, 3(2), 369–376.
Fee, G. D. (2007). Pauline Christology: An exegetical-theological study. Hendrickson.
Foster, R. J. (1978). Celebration of Discipline, The Path to Spiritual Growth. Harper & Row Publishers.
Griffiths, J. (2017). Preaching in the New Testament (Vol. 42). InterVarsity Press.
Mali, M. (2020). Homiletika: Teologi, Seni, dan Panduan Praktis Berkhotbah. PT Kanisius.
Mayumi Fukuyama. (2018). Society 5.0: Aiming for a New Human-centered Society. Japan SPOTLIGHT, August, 8–13.
Pfitzner, V. C. (1996). Abingdon New Testament Commentaries Hebrews. Abingdom Presss Nasbville.
Philbeck, T., & Davis, N. (2018). The fourth industrial revolution. Journal of International Affairs, 72(1), 17–22.
Prensky, M. (2001). Digital natives, digital immigrants part 2: Do they really think differently? On the Horizon, 9(6), 1–6.
Purwonugroho, D. P., & Ekoliesanto, Y. B. (2024). Integrasi Teknologi Kecerdasan Buatan dalam Khotbah: Tinjauan terhadap Etika dan Kepantasan. GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies, 4(1), 1–10.
Putri, A. P., Diana, R., & Enjelita, F. (2025). Strategi Gereja dalam Mengembangkan Komunitas Digital sebagai Sarana Pembinaan Pemuda. Proceeding National Conference of Christian Education and Theology, 3(1), 64–76.
Schreiner, T. R. (2020). The Pauline Letters: A Comprehensive Introduction. MI: Baker Academic.
Senas, A. O., & Baskoro, P. K. (2023). Strategi Penerapan Ilustrasi Cerita Ber-Pathos Pada Kotbah dalam Kitab 2 Samuel 12: 1-13 dan Implementasinya Bagi Pengkotbah Masa Kini. Jurnal Lentera Nusantara, 2(2), 111–129.
Setiawan, D. E., Kriswanto, E. M., Giawa, H., Usior, M., & Hulu, Y. S. (2021). Khotbah Kreatif: Sebuah Usaha Pembinaan Warga Gereja Untuk Menarik Remaja Kristen Bergereja. Davar : Jurnal Teologi, 2(1), 22–23. https://doi.org/10.55807/davar.v2i1.15
Sihombing, A. F. (2019). Pendidikan Karakter Dalam Kotbah Di Bukit. Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 4(1), 38–56.
Simanjuntak, R. A. (n.d.). BUKU HOMILETIK DASAR: Bagaimana Cara Berkhotbah. Penerbit Widina.
Stitzinger, J. F. (1992). The history of expository preaching. The Master’s Seminary Journal, 3(1), 5–32.
Taniady, V. (2022). Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Kristen dalam Khotbah di Bukit pada Matius 5-7. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen Dan Musik Gereja, 6(1), 39–54. https://doi.org/10.37368/ja.v6i1.317
Tarigan, S. A., Hutagalun, M., Sianturi, R., & others. (2025). Peran Homiletika Dalam Membangun Pemahaman Alkitab Di Era Globalisasi. JURNAL ILMIAH NUSANTARA, 2(1), 391–405.
Thacker, J. (2023). The Digital Public Square: Christian Ethics in a Technological Society. Perspectives on Science and Christian Faith, 75(3), 214–215. https://doi.org/10.56315/pscf12-23thacker
Waney, N. C., Kristinawati, W., & Setiawan, A. (2020). Mindfulness dan penerimaan diri pada remaja di era digital. Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi, 22(2), 73–81.
Wehr, H. (1979). A dictionary of modern written Arabic. Otto Harrassowitz Verlag.