Hiperkonektivitas Internet dan Overstimulasi dalam Kehidupan Remaja terhadap Pertumbuhan Iman Kristen

Authors

  • Yane Ivana Sarayar Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala, Salatiga
  • Gloria Gabriel lumingas Sekolah Tinggi Teologi Kristen Sangkakala, Salatiga

DOI:

https://doi.org/10.52879/jak.v3i2.204

Keywords:

Hiperkonektifitas, Overstimulasi, Internet, Remaja, Gereja

Abstract

In today's modern world, technological advances and widespread internet access have had a significant impact on human life, including the lives of adolescents. Hyperconnectivity and overstimulation in this modern era are phenomena that require vigilance because they affect the character, personality, social, emotional, and especially spiritual development of Christian adolescents. Teenagers who are constantly connected to the internet tend to experience identity crises, decreased focus, impulsive behavior, and even a decline in faith due to limited time for quiet time, prayer, reading God's Word, and even building a relationship with God. Moral challenges such as pornography, the spread of fake news, and cybercrime further exacerbate this situation. This study used qualitative methods with a theological and pastoral approach to analyze the impact of hyperconnectivity and overstimulation on the faith growth of Christian adolescents. The results indicate that the church and family play a central and primary role in guiding and nurturing adolescents through theological strategies such as affirming their identity as the image of God (Imago Dei) and understanding the importance of the real presence through the example of the incarnation of Jesus Christ. Pastorally, the church is also expected to provide digital literacy, character development, and foster a healthy spiritual community. This research is expected to be a significant contribution to developing faith-building strategies for adolescents in the modern era so that they continue to grow as a generation pleasing to God.

Abstrak

Di dunia yang modern dimana kemajuan teknologi serta akses internet yang meluas telah membawa dampak yang sangat besar terhadap kehidupan manusia, termasuk kehidupan di kalangan anak remaja. Hiperkonektivitas dan overstimulasi di era modern ini menjadi fenomena yang perlu di waspadai karena mempengaruhi perkembangan karakter,sifat, sosial, emosional dan terutama spiritual remaja Kristen. Anak remaja yang selalu terhubung dengan internet cenderung mengalami krisis identitas, penurunan fokus, perilaku instan, bahkan hingga kemerosotan iman akibat minimnya waktu untuk saat teduh, berdoa, membaca Firman Tuhan bahkan membangun relasi dengan Tuhan. Tantangan moral seperti pornografi, penyebaran berita bohong, dan kejahatan siber semakin memperparah keadaan ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teologis dan pastoral untuk menganalisis dampak hiperkonektivitas dan overstimulasi terhadap pertumbuhan iman remaja Kristen. Hasil kajian menunjukan bahwa gereja dan keluarga memiliki peran sentral dan utama dalam membimbing serta membina remaja melalui strategi teologis seperti penegasan identitas diri sebagai gambar Allah (Imago Dei) dan pemahamanakan pentingnya kehadiran nyata melalui teladan inkranasi Yesus Kristus. Secara pastoral, gereja juga di harapkan memberikan literasi digital, pembinaan karakter, serta dapat membentuk komunitas rohani yang sehat. Penelitian ini di harapkan menjadi kontribusi penti dalam mengembangkan strategi pembinaan iman kepada anak remaja di era modern agar mereka tetap bertumbuh sebagai generasi yang berkenan di hadapan Allah.

References

Andriyanto, L. P., Nanang, & Hidayat, A. (2023). Sosialisasi Penggunaan Internet Sehat Dan Aman Dalam Menghindari Bahaya Konten Negatif Pada Siswa Smk Kesehatan Utama Insani Panongan. Praxis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(4), 1–5. http://www.pijarpemikiran.com/index.php/praxis/article/view/615

Anggraini, A. P., & Najicha, F. U. (2022). Pengembangan wawasan nusantara sebagai muatan pendidikan kewarganegaraan generasi muda melalui pemanfaatan internet. Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 14(1), 174–180.

Arifianto, Y. A. (2020). Pentingnya pendidikan kristen dalam membangun kerohanian keluarga di masa pandemi covid-19. REGULA FIDEI: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 5(2), 94–106. http://christianeducation.id/e-journal/index.php/regulafidei/article/view/52

Baskoro, P. K., & Arifianto, Y. A. (2021). Pentingnya Komunitas Sel dalam Pertumbuhan Gereja: Sebuah Permodelan dalam Kisah Para Rasul. MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi Dan Kepemimpinan Kristen, 2(2), 86–98. https://doi.org/10.52220/magnum.v2i2.87

Basyari, I. (2019). Sebagian Kasus Kenakalan Remaja Dipicu Media Sosial. Kompas.Id. https://www.kompas.id/artikel/sebagian-kasus-kenakalan-remaja-dipicu-media-sosial

Febriani Safitri, Ramlah, W. (2025). Literasi Digital dalam Dunia Pendidikan. In Jurnal Digital Literacy (Vol. 6, Issue 2). PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Febriansyah, F. I., & others. (2017). Tindak Pidana Cyberporn Dalam Kajian Yuridis Undang-Undang Pornografi. Perspektif, 22(3), 213–221.

Franky, F. (2022). Berintegritas di Era Digital: Suatu Upaya Pelayanan Pastoral Konseling untuk Lepas dari Jerat Pornografi. Jurnal Teologi Injili, 2(2), 120–138.

Gani, A. G. (2014). Pengenalan Teknologi Internet Serta Dampaknya. Jurnal Sistem Informasi Universitas Suryadarma, 2(2). https://doi.org/10.35968/jsi.v2i2.49

Gulo, M. (2023). Pendidikan Agama Kristen Dalam Keluarga: Upaya Menghindari Remaja Terjerumus Pronografi Di Era Digital. Kingdom, 3(2), 138–146.

Halawa, F. (2023). Pengaruh Gadget Terhadap Pertumbuhan Kerohanian Remaja Kristen. Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama Dan Filsafat, 1(3), 144–154.

Hutagalung, K., & Viyo, K. (2022). Era Digital Lompatan Besar Dalam Relasi Manusia. Rajawali, 20(1), 30–35. https://ejournal.ust.ac.id/index.php/Rajawali/article/view/2874

Irianingsih, E. T., Sudardi, B., & Rais, W. A. (2018). Pengaruh Era Media Baru Dan Terjadinya Chaos Identitas. In Haluan Sastra Budaya (Vol. 2, Issue 1, p. 60). https://doi.org/10.20961/hsb.v2i1.17136

Khaira, W. (2022). Kemunculan Perilaku Agresif Pada Usia Remaja. Jurnal Intelektualita Prodi MPI, 11(2), 99–112.

King, M. (2010). Konsep Bebas Dari Dosa Menurut Paulus Berdasarkan Roma 6:1-14 Dan Aplikasinya Dalam Pelayanan Pastoral Bagi Orang Kristen Yang Kecanduan Pornografi. Literatur SAAT.

Kristiyono, J. (2015). Budaya Internet: Perkembangan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Mendukung Penggunaan Media Di Masyarakat. Scriptura, 5(1), 23–30. https://doi.org/10.9744/scriptura.5.1.23-30

Laurina, C. (2024). Konsep Manusia Sebagai Imago Dei Dan Implikasinya Terhadap Konseling Alkitabiah. Kaluteros, 6(1), 34–45.

Lestari, C., Zikrinawati, K., & Ikhrom, I. (2025). Dampak Overstimulasi Konten Digital Terhadap Pemusatan Perhatian Anak. PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 5(1), 198–205. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v5i1.4941

Lodewijk, D. P. Y. (2024). Gadget-Free Parenting: Mengalihkan Perhatian Anak dari Dunia Maya ke Dunia Nyata. GUEPEDIA.

Lundgaard, K. (2004). The Enemy Within (Musuh Dalam Diriku). Penerbit Momentum.

Malau, A., & Brake, A. S. (2022). Gambar Allah Menurut Kejadian 1: 26-28 dan Implikasinya bagi Pengembangan Artificial Intelligence. Jurnal Ilmu Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 3(1), 1–17.

Miskahuddin, M. (2017). Pengaruh Internet Terhadap Penurunan Minat Belajar Mahasiswa. Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam, 7(2), 293–312.

Mukhtar, F., & Zain, K. (2021). Siswi SMP di Banyumas Meninggal Diduga Kecanduan Game Online, Ini Penjelasan Dokter. Kompas.Com. https://regional.kompas.com/read/2021/05/26/172304578/siswi-smp-di-banyumas-meninggal-diduga-kecanduan-game-online-ini-penjelasan

Novianti, A. (2024). Dampak kecanduan internet (internet addiction) pada Kesehatan Psikologis remaja. Jurnal UNISSULA, 978-602–22(2), 280–284. jurnal.unissula.ac.id/index.php/ippi/article/download/2200/1662

Ocsilia Imel Patibang, Yunirma, Yoan Putri Kalista,Cristina Midian, M. (2025). Citra Manusia Dalam Teologi Kristen: Sebuah Tinjauan Humanis Terhadap Imago Dei. Jurnal Humaniora, Sosial Dan Bisnis, 3(1), 188–199.

Patiri, L. (2018). Pengaruh Pemakaian Teknologi Komunikasi Terhadap Pertumbuhan Rohani Remaja Umur 12-17 Tahun Di Gereja KIBAID Jemaat Dirgantara Makassar. Repository STT Jaffray, 37–44. https://repository.sttjaffray.ac.id/media/publications/268990-pengaruh-pemakaian-teknologi-komunikasi-335483d6.pdf

Potgieter, A. (2020). Digitalisation and the church – a corporeal understanding of church and the influence of technology. STJ | Stellenbosch Theological Journal, 5(3), 561–576. https://doi.org/10.17570/STJ.2019.V5N3.A26

Resi, H., & Derung, T. N. (2022). Teologi Inkarnasi Sebagai Landasan Praksis Pembentukan Perilaku Sosial Masyarakat. KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi, 8(2), 381–396. https://doi.org/10.37196/kenosis.v8i2.558

Riyanto, G. P., & Pertiwi, W. K. (2025). Jumlah Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2025 Tembus 229,4 Juta. Kompas.Com. https://tekno.kompas.com/read/2025/08/08/16110007/jumlah-pengguna-internet-di-indonesia-tahun-2025-tembus-2294-juta?page=all

Santo, J. C., & Arifianto, Y. A. (2022). Pertumbuhan Rohani Berdasarkan 1 Petrus 2:1-4 dan Aplikasinya dalam Kehidupan Orang Percaya. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika, 5(1), 1–21. https://doi.org/10.34081/fidei.v5i1.212

Sihotang, K. (2019). Berpikir Kritis: Kecakapan Hidup di Era Digital. Kanisius.

Simamora, D. T., & Gultom, R. (2011). Pendidikan agama Kristen kepada remaja dan pemuda. Medan: CV Mitra.

Sudarmanto, G. (2009). Menjadi Pelayan Kristus Yang Baik. literatur YPPII.

Sugiyono. (2016). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. CV Alfabeta.

TvOneNews. (2025). Awas Prostitusi Online Jerat Anak-anak. YouTube TvOneNews. https://www.youtube.com/watch?v=eWIG1sGgVSM

Walters, H. (2019). Christian Education and Youth Spiritual Formation. Religious Education, 17(2), 78–94.

Widayanti, W., & others. (2018). Peran Orangtua Dalam Upaya Pencegahan Pornografi Bagi Anak Melalui Internet Sehat. Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial, 42(2), 181–186.

Downloads

Published

2025-11-01