Pendidikan Agama Kristen di Era Post-Truth Menjadi Garam dan Terang di Dunia Digital

Merius Kogoya (1), Hendrik Legi (2)
(1) , ID,
(2) Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora Wamena Papua, ID

Abstract

The post-truth era, which is characterized by the dominance of emotions over facts and the relativization of truth, has brought serious challenges to the world of education, especially Christian Religious Education (PAK). This article aims to analyze PAK's innovative strategies in shaping learners to be salt and light in a digital world full of disinformation and value crises. Using a qualitative approach based on literature studies, this article examines faith-based digital literacy, internalization of Christian values, the application of reflective-transformative pedagogy, the use of creative media, the strengthening of contextual apologetics, and the formation of digital faith communities as a framework for strengthening students' character. The results of the study show that PAK must transform from a mere doctrinal delivery to an integral spiritual formation process, based on the values of biblical truth and responsive to the development of digital technology. Christian education is called to develop students' competencies in critical thinking, ethical creating, and witnessing in the digital space as a tangible manifestation of the call to be the salt and light of the world (Matthew 5:13–16). This article recommends the development of a PAK curriculum based on the integration of faith and digital literacy, as well as the establishment of a spiritual learning community based on digital platforms. Thus, PAK actively contributes to building a resilient, relevant, and impactful generation of Christian in the post-truth era.


Abstrak


Era post-truth, yang ditandai dengan dominasi emosi atas fakta dan relativisasi kebenaran, telah membawa tantangan serius bagi dunia pendidikan, khususnya Pendidikan Agama Kristen (PAK). Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi inovatif PAK dalam membentuk peserta didik menjadi garam dan terang di dunia digital yang sarat dengan disinformasi dan krisis nilai. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, artikel ini mengkaji literasi digital berbasis iman, internalisasi nilai-nilai Kristiani, penerapan pedagogi reflektif-transformatif, pemanfaatan media kreatif, penguatan apologetika kontekstual, dan pembentukan komunitas iman digital sebagai kerangka penguatan karakter peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAK harus bertransformasi dari sekadar penyampaian doktrin menjadi proses formasi spiritual yang integral, berbasis nilai kebenaran Alkitab dan responsif terhadap perkembangan teknologi digital. Pendidikan Agama Kristen dipanggil untuk mengembangkan kompetensi peserta didik dalam berpikir kritis, berkreasi secara etis, dan bersaksi di ruang digital sebagai wujud nyata dari panggilan menjadi garam dan terang dunia (Matius 5:13–16). Artikel ini merekomendasikan pengembangan kurikulum PAK berbasis integrasi iman dan literasi digital, serta pembentukan komunitas pembelajaran rohani berbasis platform digital.

Full text article

Generated from XML file

References

Bambangan, M. (2019). Implementasi Menjadi Garam Bagi Dunia Menurut Matius 5: 13. Phronesis: Jurnal Teologi Dan Misi, 2(1), 22–30.

Boiliu, N. I., Sihombing, A. F., Samosir, C. M., & Simanjuntak, F. (2020). Mengajarkan Pendidikan Karakter Melalui Matius 5: 6-12. Kurios (Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen), 6(1), 61–72.

Keriapy, F., Legi, H., & Giban, Y. (2022). Pendidikan Kesadaran Kristis : Sebuah Tantangan dalam Pendidikan Agama Kristen. 3(2), 148–160. https://doi.org/10.46445/djce.v3i2.623

Lase, C. N. M., Sirait, M. A., Simbolon, N., & Mandowally, T. (2025). Transformasi sosial di era digital dalam perubahan media komunikasi publik. Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner, 1(03), 164–171.

Legi, H. (2025). DARI RUANG KELAS KE DUNIA DIGITAL, TRANSFORMASI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN. Pendidikan Agama Kristen Dalam Dinamika Zaman: Teologis, Praktika, Refleksi, Dan Gagasan, 49.

Legi, H., Damanik, D., & Giban, Y. (2023). Transforming Education Through Technological Innovation In The Face Of The Era Of Society 5.0. Educenter: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 2(2).

Legi, H., Giban, Y., & Hermanugerah, P. (2022). Virtual Reality Education In Era 5.0. Journal Research of Social, Science, Economics, and Management, 2(04), 504–510.

Legi, H., & Kainara, S. D. (2022). Disrupsi Teknologi Tanggung Jawab Guru Bagi Pelaku dan Korban Cyberbulyling. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(11), 16668–16678.

Legi, H., & Legi, D. G. D. (2025). Kingdom Mindset: Manajemen Pendidikan Kristen Berbasis Nilai-Nilai Kerajaan Allah. Publica Indonesia Utama.

Purwonugroho, D. P. (2024). Membangun Integritas dan Moralitas: Fondasi Kepemimpinan Kristen Menghadapi Era Post-Truth. Philoxenia: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 2(2), 29–45.

Purwonugroho, D. P., & Susanti, R. N. (2024). Kecerdasan Spiritual di Era Post-Truth: Membangun Kebenaran Sejati Jemaat Kristen dalam Perspektif Yohanes 8: 32. Murid Kristus: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 1(1), 1–14.

Rianto, P. (2019). Literasi digital dan etika media sosial di era post-truth. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(2), 24.

Saputra, T., & Serdianus, S. (2022). PERAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENJAWAB TANTANGAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DI ERA POSTHUMAN. Jurnal Gamaliel: Teologi Praktika, 4(1), 44–61.

Setiawan, S. A. (2026). Strategi Implementasi Pendidikan Agama Kristen Dalam Masyarakat Majemuk di Era Post Truth. SKENOO: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 6(1), 16–32.

Talizaro Tafona’o. (2019). Kepribadian Guru Kristen dalam Prespektif 1 Timotius 4:11-16| Tafona’o | Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat Volume 3, Nomor 1.

Tamukun, A. Y. L., Labatar, D., Bria, Z., Firman, K., & others. (2025). Teologi di Era Post-Truth dan Tantangan Gereja dalam Menyampaikan Kebenaran di Tengah Hoaks dan Disinformasi. Jurnal Masalah Pastoral, 13(1), 32–47.

Tedjo, T., Lamsir, S., Marsiana, U., & others. (2026). Strategi Pembinaan Pemimpin Muda Kristen di Era Post-Truth: Integrasi Kepemimpinan Yosua, Servant Leadership, dan Pemuridan. Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, Dan Pendidikan, 10(1), 135–147.

Triposa, R., Arifianto, Y. A., & Hendrilia, Y. (2021). Peran Guru PAK sebagai Teladan dalam Meningkatkan Kerohanian dan Karakter Peserta Didik. Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK), 1(2), 124–143.

Authors

Merius Kogoya
Hendrik Legi
hendriklegi85@gmail.com (Primary Contact)

Article Details